H-4
“Letih
disini ku ingin hilang ingatan . . . letih disini ku ingin hilang ingatan . . .”
alunan lagu dari salah satu band rocks yang tak sengaja ku dapat dari HP
sepupuku itu semakin memanjakan rasa letih yang mendera tubuhku.
Hari ini adalah H-4 dari acara puncak yang akan kami adakan
bulan ini, sebuah acara Gebyar yang akan menggetarkan kampusku! Begitulah kami
meyakininya.
*Ting . . . tong . . .* nada dan getaran yang berasal dari
benda kecil berwarna putih yang begitu saja ku letakkan di atas meja itu menyadarkanku.
From : Ketuplek GM (0899**********)
Yuk siap2 J
Yg belum makan siang makan sekarang ya biar tepat waktu. Jangan lupa jam 13:30
kita kumpul di Gajebo ya ^_^
Kalimat-kalimat itu begitu saja tertera di layar hp ku. Sungguh
akhir-akhir ini, kami para wanita sangat sibuk untuk mempersiapkan acara ini.
###############
Setelah
kuhabiskan makan siangku aku pun bergegas menuju tempat yang sudah diumumkan
melalui sms ke hape-ku tadi.
“Assalamu’alaiqum,
afwan ya aku telat...” sapaku pada beberapa teman yang tampaknya sudah cukup
lama mendiskusikan sesuatu.
“Nggak
apa-apa kok, sini ayo duduk.” Sembari tersenyum seorang wanita berkerudung
merah nan panjang itu mempersilahkan aku untuk bergabung dengan mereka. Dia
tidak lain adalah ketua divisi acara, dimana aku menjadi salah satu anggotanya.
Ku edarkan pandanganku ke
sekeliling mereka, dan sesaat kemudian tatapanku berhenti pada sesosok wanita
yang menginspirasiku sejak aku merasa tersesat karena masuk ke kampus ini. Ku perhatikan
ia dengan seksama, setiap patah kata yg terlontar dari bibirnya juga tak
ketinggalan gerak-geriknya. Sungguh sosok yang apa adanya, santai, fleksible,
sabar, dan tentunya yang paling membuatku berdecak kagum adalah karena ia
seorang penghapal Al-Qur’an.
“Jadi teman-teman kita sudah
tidak punya banyak waktu, jadi di mohon dengan sangat kontribusinya, tolong
sekali untuk memprioritaskan acara kita ini.” Begitulah kata-katanya yang aku
betul-betul aku ingat selama berkontribusi dalam acara itu.
Kutangkap gurat-gurat letih di wajahnya, dan dugaanku
semakin kuat ketika tak sengaja terlihat oleh bola mataku beberapa jerawan yang
mulai bersemi di permukaan kulit wajahnya yang putih.
“pasti dia kelelahan sekali”
batinku.
Dan tak lama kemudian sosok wanita yang menyapaku saat aku
datang terlambat tadi, membagi-bagikan kepada kami masing-masing 3 lembar
kertas.
“jadi
teman-teman ini adalah job kita dalam waktu 3 hari kedepan, dan hari ini kita
akan sama-sama menentukan penanggung jawab dari setiap poin-poin tugas yang
sudah tertera di kertas tersebut.” Begitulah wanita yang menjabat sebagai
koordinator divisiku itu menjelaskan maksud dari kertas yang barusan ia
bagikan.
“oke
jadi yang akan mengurus administrasi internal itu keuis dan elvina, tamu
eksternal diana, pengantar tamunya nanti ketua pelaksana bersama jajaran BPH,
nah selanjutnya....” sepertinya kurang lebih membutuhkan watu hampir satu jam
untuk menentukan penanggung jawab dari semua poin tugas yang ada. Dan kemudian
sampailah pada poin terakhir,
“jadi nanti yang akan jadi
guidenya Dr. Inong dan kak Amal itu Dwi angesti ya? Dan selanjutnya untuk ibu
Nia kurnia dan Dr. Anis itu siapa?” tanyanya pada kami semua.
“oh iya gimana kalo yuni aja?”
belum sempat terpikirkan olehku jawabannya dia begitu saja sudah menawarkan
jawaban, dan kemudian kami setuju.
“oke selanjutnya, yang akan
menjadi guidenya pewski siapa?” tanyanya lagi. Dan semuanya masih tampak
berpikir untuk menjawabnya.
“kamu aja gimana tasha?” sekali
lagi ia menawarkan jawaban. Aku sangat terkejut mendengar namaku disebut-sebut,
karena memang sejak tadi aku hanya memperhatikan gerak geriknya yang cekatan
dan sama sekali tak memperhatikan apa yang ia bicarakan.
“apa-apa?” kataku gelagapan.
“Ya kamu mau gak jadi guidenya
pewski?” tanyanya padaku.
Aku berpikir sejenak.........................
“afwan
nih, kalo seandainya aku jadi guidenya Oki Setiana Dewi aja gimana?” aku balik
melemparkan penawaran padanya, dan berharap ia dan teman-teman yang lain
menyetujui.
mantap sambil mengaggukkan kepala tanda
setuju.
Ya ampun, ini betulan? Aku nggak
mimpi kan? Aku akan bertemu langsung dengan artis idolaku itu? Dan dengan
menjadi guidenya itu artinya aku bisa berdekatan dengannya sepanjang ia berada
di kampus nanti. Kurasakan jantungku kebat-kebit karena keputusan yang barusan
saja diputuskan.
“dan berarti yang akan menjadi
guidenya pewski wafa kamillah aja ya? Kan udah pernah ketemu sebelumnya.” Paparnya
tegas.
Keputusan itu menjadi penutup pembahasan rapat sore itu. Sungguh
rasanya aku ingin cepat-cepat saja hari puncak, agar bisa langsung bertemu
dengan artis idolaku itu.
###############
H-1
(terlalu panjang pemirsa kalo harus dituliskan disini semua
kejadiannya, maklum saya juga lagi sakit ini, dan untuk mengusir kebosanan saya
putuskan untuk menulis saja)
From: Ketuplek GM (0899**********)
Yuk yang belum makan
siang, segera ya biar ga jadi jam karet J kita kumpul di Aula
jam 13:30 Yuk sama2 totalitas ^_^ mohon kerjasamanya
*Subhanallah
betul-betul wanita yang sabar dan lembut ya* batinku. Aku selalu suka dengan jarkoman dari ketua
pelaksana acara ini, betul-betul perhatian dengan semua anggotanya. Kekagumanku
makin bertambah saja pada ciptaan-Nya ini, sungguh pemimpin yang baik.
Tibalah
saat kami mempersiapkan ruangan, kegiatan kami dimulai dari membuka semua
ruangan, membersihkan, dan kemudian menata ruangan. Tak lupa setelah semua
ruangan beres, kami pun beralih mempersiapkan ruangan bintang tamu.
Dan sesuatu yang sangat menarik disini adalah saat para
ikhwan memindahkan tenda Bazar yang sudah terpasang dengan jarak yang lumayan.
Subhanallah... kembali aku berdecak kagum dengan semangat dan keikhlasan para
panitia hari itu. J
J J
Sangat melelahkan memang, tapi semua ini meninggalkan
lembaran kesan yang akan selalu aku simpan baik-baik dalam locker otakku.
Dan kegiatan kami hari itu berakhir pada pukul 22:30 wib.
Setelah
semuanya selesai kamipun beranjak pulang kerumah masing-masing. Dan seperti
biasanya, karena besok aku harus menjemput Oki Setiana Dewi pagi-pagi sekali, akhirnya
akupun menginap di asrama putri di kampusku.
Dan aku menginap di kamar yang sama dengan ketua
pelaksanaku, Subhanallah. . .
Dia sangat baik dan jarang sekali mengeluh, sungguh perjuangannya pikiran dan
tenaganya benar-benar ia persembahkan untuk acara ini.
###############
Beberapa
hari kemarin aku belajar banyak hal dari ketua pelaksana dan koordinator acara
ini, juga tak lupa rekan-rekan panitia yang lain. Sungguh pengalaman yang
sangat dan teramat berharga untukku. Melalui tulisan ini aku ingin memohon maaf
kepada mereka semua, rekan-rekanku dalam kepanitiaan acara ini. Karena akupun
menyadari belum berkontribusi secara maksimal dalam acara ini.
Aku juga ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya
kepada semua rekan-rekan kepanitiaan ini,
dan special thank’s for u Ketua
Pelaksana dan Ketua divisi acara yang sudah berjuang mencurahkan tenaga dan
pikirannya untuk acara ini, bahkan sampai suaranya habis. Inilah dia acara kami,
Dan ketua pelaksananya
![]() |
| yang disebelah kiri ya... :) |
Serta Ketua divisi acara
![]() |
| yang disebelah kiri :) |





2 komentar:
SubhanaAllah.. keren pengalamanya,,
:)) Alhamdulillah kak...
itu hanya sepotong jejak dibalik layar acara Gebyar Muslimah kak.
Insya Allah masih banyak potongan jejak yang lebih mengharu biru yang belum sempat dituliskan disini.
dan tentunya ilmu yang di dapat dari para pembicara hebat...
be a great Muslimah - Febrianti Almeera
see u on the top - Oki Setiana Dewi
Posting Komentar